Tanpa kerendah hatian, pengetahuan tidak dapat dilipat gandakan, semua ilmu tidak berdaya guna, serta tidak memiliki ketepat gunaan. Sebaliknya, kesimpang-siuran terjadi yang pada akhirnya membumi-hangusan kemajuan kebudayaan sendiri. Seorang pesepakbola bergembira ketikda diberitahu bahwa timnya menang melalui bergotongroyong. Demikian seorang rohaniwan dalam budaya patriarkhi tidak berburuksangka ketika keruhanian tidak di bawa dalam pembicaraan. Meskipun efektifitas dari percakapan lahiriyah berkurang, hal ini dapat menjadi katalisa keramah tamahan antar agama. Pemerintah melegalisir hal ini, dengan memasukan pertimbangan-pertimbangan agamawan demia meminimalisir perpecahan dan mempelihara kesatuan. Jangan membolak-balikan atau membalikan perkara ini dengan membisikan hal-hal yang tidak benar, seolah kita ditundukan dan disibukan dengan pekerjaan yang kurang bermanfaat. Pada akhirnya, semua keharmonisan dapat diluluhlantakan.
